Saturday, February 18, 2017

LASKARQQ - PDIP Megemukakan Bahwa Ada Modus Kecurangan Baru Yang Terjadi Saat Pilkada DKI Jakarta

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Pemilihan kepala daerah (pilkada) di101 daerah yang digelar serentak, Rabu (15/2/2017), ternyata masih belum luput dari aksi-aksi kecurangan. Bahkan, dalam pilkada serentak tersebut terdapat modus baru melakukan kecurangan. Modus baru kecurangan itu ialah menahan penyebaran formulir C6 atau surat undangan mencoblos yang dilakukan oknum penyelenggara pilkada.

Modus menahan formulir C6 itu dilakukan penyelenggara. Itu seperti yang kami temukan di Tapanuli Tengah. Formulir C6 di sana mencapai 34 ribu, tapi sempat ditahan tak disebarkan oleh penyelenggara, ungkap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Trimedya Panjaitan, dalam diskusi “Sinema Politik Pilkada DKI” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).

BACA JUGA:
Tim Ahok - Djarot Laporkan Terkait Pemilih Siluman Ke Bawaslu



Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga mengatakan bahwa pengalaman pribadinya terkait penahanan formulir C6 dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Saya sendiri di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kalau mau dapat formulir C6 harus datang sendiri ke rumah RT. Formulir itu kan seharusnya dibagi-bagikan oleh RT. Aneh kan, padahal Pak RT dan Pak RW kalau giliran ada proposal, paling cepat datang ke saya, katanya.

Selain menahan formulir C6, Trimedya juga mengungkapkan modus baru penyelenggara pemilu membagikan form tersebut sembari mengarahkan calon pemilih. Ketika memberikan formulir C6 dibarengi dengan segala macam janji, uang, barang, atau lainnya, maka dapat dipastikan seseorang akan memilih calon tertentu, tambahnya. Trimedya menuturkan, rincian modus baru kecurangan pilkada terkait formulir C6 tersebut akan dipubikasikan secara resmi oleh PDIP, Senin (20/2) pekan depan.

LASKARQQ

Friday, February 17, 2017

LASKARQQ - Tim Ahok - Djarot Laporkan Terkait Pemilih Siluman Ke Bawaslu

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Tim kemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) mengklaim, menerima 2.000 laporan warga yang tak bisa menggunakan hak pilih saat pemilihan kepala daerah (pilkada). Selain persoalan itu, mereka juga mengklaim banyak pengaduan terkait ”pemilih siluman” saat hari pencoblosan. Tim advokasi dan hukum Ahok-Djarot Ronny Talapessy mengatakan, seluruh laporan itu akan diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Sabtu (18/2/2017).

Mayoritas laporan warga itu tak bisa menggunakan hak pilih karena ada persoalan pada DPT (daftar pemilih tetap), tidak mendapat surat undangan, dan tidak bisa menggunakan KTP serta kartu keluarga untuk persyaratan mencoblos, kata Ronny. Ronny mengatakan bahwa warga juga mengadukan banyaknya pemilih yang sebenarnya tidak berdomisili dari lingkungan sekitar TPS.

BACA JUGA:
Polda Akan Kembali Periksa Rizieq Shihab


Dalam laporan warga, banyak modus yang dilakukan ’pemilih siluman. Misalnya, membawa C-6 (surat undangan mencoblos), padahal dia bukan warga sekitar. Ada juga keluhan mengenai kinerja petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), ucapnya.

Ronny mengatakan bahwa, warga yang melaporkkan beragam persoalan pilkada itu mayoritas dari wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Ronny berharap Bawaslu bisa menindaklanjuti laporan ribuan warga tersebut. Kami bersama warga yang mengadu, hari ini, akan mendatangi Bawaslu untuk menyerahkan laporan, tambahnya.
LASKARQQ

LASKARQQ - Polda Akan Kembali Periksa Rizieq Shihab

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq terkait kasus Uang rupiah yang diduga berlogo 'palu arit'. Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan pun berencana melakukan pemeriksaan lagi terhadap Habib Rizieq pada pekan depan untuk menentukan layak sebagai tersangka atau tidak.

Iriawan mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya sebenarnya sudah melayangkan surat pemanggilan untuk Habib Rizieq. Namun, Habib Rizieq masih berhalangan untuk hadir. Habib Rizieq masih dalam proses. Kemarin Habib Rizieq sudah kita panggil tapi yang bersangkutan banyak kegiatan dan kesehatannya sedikit terganggu, mungkin setelah pekan depan kita panggil kembali berkaitan logo yang dianggap ada palu arit dalam uang kertas rupiah, tambah Iriawan.

Menurut Iriawan, kasus tersebut sudah dinaikkan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Karena itu, pihaknya tinggal menunggu gelar perkara untuk menentukan apakah Rizieq layak ditetapkan tersangka atau tidak. Sudah penyidikan, tinggal panggil untuk kita periksa. Di situ kita akan gelar perkara apakah akan ditingkatkan menjadi statusnya tersangka atau tidak. Rencana pekan depan, kata mantan Kapolda Jawa Barat tersebut. Seperti diketahui, pemeriksaan tersebut menindaklanjuti laporan yang dilayangkan dua LSM, yaitu Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (Jimaf) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet).

BACA JUGA:
Golkar Tinggalkan Demokrat Dan Mendekat Kepada PDIP Untuk Dukung Ahok dan Djarot
Normalisasi Adalah Satu-Satunya Jalan Agar Terbebas Dari Banjir Ucap Ahok
Tangaapan Jokowi Tentang Adik Iparnya Terkait Kasus KPK
Sindiran Anies-Sandiaga Tentang Jakarta Banjir Lagi?

Pemeriksaan terakhir yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap Habib Rizieq terkait kasus ini yaitu pada Senin (23/1) lalu. Dalam kasus ini, yang dipersoalkan adalah Rizieq diduga menyebutkan dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube akun FPI TV pada 25 Desember 2016 bahwa ada lambang palu arit di mata uang baru. "Ini duit baru, ada dua ribu, lima ribu, 10 ribu, 20 ribu, lagi-lagi palu arit. Lihat cetakannya, ini palu arit, bolak balik juga palu arit," kata Rizieq dalam video tersebut.

LASKARQQ

LASKARQQ - Golkar Tinggalkan Demokrat Dan Mendekat Kepada PDIP Untuk Dukung Ahok dan Djarot

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Idrus Marham Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya  ‎mengatakan bahwa Partai Golkar saat ini akan melobi elite empat partai agar merapat ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di pilkada Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017. Keempat partai yaitu Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP. Partai ini sebelumnya mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, tetapi kemudian kalah di putaran pertama. Pada saat di ‎Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Idrus  mengatakan bahwa Semua kami sudah mulai komunikasi petinggi-petinggi, itu kan ada empat parpol, semua kami sudah komunikasi, ya tentu dalam dunia politik itu kan tidak bisa selesai satu kali. Perlu dua kali, tiga kali, dan kita punya keyakinan bahwa komunikasi-komunikasi yang kita lakukan ini akan produktif.

Terkait siapa elite Partai Demokrat yang dilobi Partai Golkar, Idrus hanya mengatakan yang jelas tidak melalui Susilo Bambang Yudhoyono. "Sama petinggi Demokrat, tapi bukan dengan Pak SBY. Apa hasilnya, Idrus mengatakan untuk sekarang belum ada jawaban yang pasti. Terutama Partai Demokrat, kata Idrus, setelah kekalahan, elite partai ini masih butuh waktu untuk kontemplasi. Ya kami ngobrol-ngobrol. Bicara bicara setelah ini, lalu kemarin mengatakan, 'nanti saja dulu. Karena baru sehari kalah, perlu merenung, perlu kontemplasi'," kata Idrus. Di putaran pertama, Ahok-Djarot diusung Golkar, PDI Perjuangan, Nasdem, dan Hanura. Saat ini, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan tim juga memperluas pendukung. Setelah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pihak, Anies memberi sinyal partai pendukungnya akan bertambah. Dia mengisyaratkan tiga partai segera merapat. Sebenarnya kalau dari sisi komunikasi sudah, tapi yang lainnya tinggal nunggu momentum saja. Nggak usah buru-buru, toh masih panjang prosesnya, kata Anies di Masjid Al Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:
Normalisasi Adalah Satu-Satunya Jalan Agar Terbebas Dari Banjir Ucap Ahok

Setelah pasangan Agus -Sylviana gagal di putaran pertama pada Rabu (15/2/2017), Anies, Sandiaga, dan tim bergerak. Mereka melobi empat partai pengusung Agus untuk bergabung menyongsong pilkada putaran kedua. Tapi, keempat partai itu menahan diri untuk cepat-cepat mengumumkan sikap, apakah mau ikut Anies atau Ahok. Partai Demokrat yang santer diisukan segera merapat ke Anies-Sandiaga sampai sekarang masih menunggu perkembangan. Begitu juga dengan PAN, PPP, dan PKB. Selain mendekati keempat partai, Anies juga mendekati jaringan pendukung di tingkat bawah. Hal yang sama dilakukan Ahok dan Djarot. Mereka dan tim saat ini sedang bergerilya
LASKARQQ

Thursday, February 16, 2017

LASKARQQ - Normalisasi Adalah Satu-Satunya Jalan Agar Terbebas Dari Banjir Ucap Ahok

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai banjir Jakarta tak mungkin bisa diatasi tanpa normalisasi sungai. Hal ini dia katakan setelah Calon Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan idenya membuat banyak sumur resapan untuk menangani banjir.

Ahok mengatakan bahwa Itu makanya, yang pasti kalau enggak normalisasi sungai, enggak mungkin (banjir dapat diselesaikan). Mantan Bupati Belitung Timur ini yakin pengerjaan normalisasi yang dikerjakan di Sungai Ciliwung dapat segera diselesaikan. Sehingga, limpahan air nantinya dapat ditampung dan tak meluap ke jalan.

BACA JUGA:
Tangaapan Jokowi Tentang Adik Iparnya Terkait Kasus KPK

Banjir itu akibat semua daerah belum dilebarkan, sementara kalau ditinggikan tidak mungkin, tambah Ahok. Sehingga, menurut Ahok diperlukan pembangunan rumah susun (rusun) sebagai tempat relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai.

"Sekarang butuh waktu, butuh bangun rusun. Kita pindahin warga ke rumah susun saja masih dikritik. Kita membutuhkan tiga tahun untuk melatih pindah ke rumah susun," katanya. Tetapi, Ahok menegaskan bahwa pembangunan rusun bukan pekerjaan mudah, karena standardnya harus layak ditinggali. "Bangun rumah susun juga butuh kontraktor, kalau jelek mesti dicoret. Masa setahun langsung perbaikan, semua pasti ada waktunya," tegas Ahok.

LASKARQQ - Tangaapan Jokowi Tentang Adik Iparnya Terkait Kasus KPK

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Presiden Joko Widodo atau sering dikenal sebagai Pak Jokowi menanggapi dengan tenang kasus yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persoalan suap pejabat Ditjen Pajak oleh Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia atau PT EKP. Padahal, dalam kasus ini melibatkan adik ipar Presiden Jokowi, ‎Arif Budi Sulistyo, yang merupakan Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera.

Pak Jokowi mengatakan bahwa Ya diproses hukum saja. Kita semua menghormati proses hukum yang ada di KPK. Menurutnya, semua pihak, termasuk seorang presiden harus menghormati proses hukum di manapun itu, tak terkecuali KPK. Dia yakin bahwa kinerja KPK sangat profesional dalam menangani sebuah kasus korupsi.

BACA JUGA:
Sindiran Anies-Sandiaga Tentang Jakarta Banjir Lagi?

‎Sebelumnya, KPK tengah melakukan penyelidikan atas tindak korupsi pejabat Ditjen Pajak yang diduga mendapat uang dari PT EK Prima Ekspor Indonesia atau PT EKP untuk memuluskan persoalan pajak yang mereka hadapi. Nama Arif muncul, karena perusahaan tempat dia bekerja merupakan patneran dari PT EKP.

KPK mensinyalir ada campur tangan Arif, yang kenal dengan pejabat di Ditjen Pajak. Bahkan, Arif disebut telah bertemu Kepala Ditjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam memuluskan pemasalahan pajak tersebut.
LASKARQQ

LASKARQQ - Sindiran Anies-Sandiaga Tentang Jakarta Banjir Lagi?

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Anies Baswedan, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, berpura-pura tidak mengetahui ketika diminta tanggapan terkait sejumlah daerah di ibu kota yang ternyata masih terendam banjir, sejak Rabu kemarin. Bernada bercanda, Anies justru balik kepada wartawan yang meminta pendapatnya.

Jakarta banjir lagi? Dikira sudah bebas banjir," kata Anies di DPP Partai Gerindra Jalan RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017). Maksudnya genangan kata calon wakil Anies, Sandiaga Uno ikut menanggapi. Oh, cuma genangan," tambah anies lagi.

BACA JUGA:
Ahok Kalah Putaran Pertama ACTA Langsung Pesta Makan-makan
Untuk diketahui, beberapa wilayah di Jakarta, sejak Rabu malam hingga Kamis (16/2) sore ini, masih tergenang banjir. Salah satu wilayah yang paling parah yaitu, Bukit Duri, Cawang dan Pejaten Timur, Jakarta selatan.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) beralasan daerah yang tergenang banjir hari ini adalah daerah yang belum selesai dinormalisasi."Wilayah yang banjir itu memang daerah-daerah yang belum selesai dinormalisasi," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
LASKARQQ