Showing posts with label Ahok. Show all posts
Showing posts with label Ahok. Show all posts

Monday, February 20, 2017

LASKARQQ - Ahok Berkata Bohong Jika Anies Jadi Gubernur Tidak Menormalisasi Sungai

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yakin jika Anies Baswedan terpilih menjadi gubernur, dia akan tetap menormalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Jakarta. Hal ini dikatakan Ahok untuk menanggapi kritik Anies mengenai cara Ahok menangani banjir.

Kalau Pak Anies diizinkan Tuhan jadi gubernur DKI, lalu dia nggak lakukan normalisasi seperti yang saya lakukan, bohong dia. Berani taruhan kita," kata Ahok ketika meninjau kawasan banjir di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Menurutnya satu-satunya cara mengatasi banjir di Jakarta sekarang ini dengan melakukan normalisasi bantaran sungai. Ahok mengatakan bahwa jika pemimpin Jakarta tak melakukan normalisasi sungai sama saja tidak bekerja untuk mengatasi masalah.

Siapapun yang jadi gubernur, kalau dia nggak lakukan normalisasi pasti dia nggak kerja. Kamu pilih banjir atau normalisasi?" kata Ahok. Jadi kalau dibilang satu pihak nggak mau normalisasi, satu pihak nggak mau banjir, saya nggak tahu ilmu dari mana itu," Ahok menambahkan. Lebih jauh, Ahok mengatakan banjir di Jakarta sudah ada sejak dulu. Ketika Ahok pertamakali menjabat di pemerintahan Jakarta, titik banjir mencapai 2.200 titik. Setelah proyek normalisasi berjalan, jumlah titik berkurang. Tahun 2016, tersisa 400-an titik.

BACA JUGA:
"Kalian Kira Gue Iseng Terima Aduan Setiap Pagi Hari" Ahok Katakan Kepada Staffnya
Saat ini, kata Ahok, titik banjir jauh berkurang, tinggal sekitar 80 titik, di antaranya di sekitar Kali Sunter, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.  Jadi empat tahun kerja, kita baru berhasil 40 persen (menangani banjir)," kata Ahok. Saya harus mohon maaf kan situasi kayak gitu, kita udah lihat nggak ada cara lain (selain normalisasi). Ini sudah puluhan tahun (banjir) dari zaman gubernur yang dulu kok," Ahok menambahkan.
LASKARQQ

Sunday, February 19, 2017

LASKARQQ - "Kalian Kira Gue Iseng Terima Aduan Setiap Pagi Hari" Ahok Katakan Kepada Staffnya

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegur stafnya, Kamilus Elu, saat sedang melayani aduan warga di pendopo Balai Kota DKI Jakarta. Lantaran kesal karena Kamilus dinilai belum memahami Peraturan Gubernur yang telah dibuatnya. Teguran Ahok bermula ada seorang warga yang mengadu karena diminta membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, untuk yayasannya. Padahal, nilai jual obyek pajak (NJOP) bangunan itu di bawah Rp2 miliar, dan seharusnya gratis.

Pak, ini rumah ibadah saya masih dikenain sewa sama orang tanah," kata ibu yang tidak mau disebutkan namanya, di Balai Kota DKI Jakarta. Kalau tanah itu kan di bawah Rp2 miliar memang gratis, kalau di atas itu harus bayar dan itu pun bisa ditangguhkan," timpal Ahok. Mendapat aduan tersebut, Ahok terlihat langsung memanggil Kamilus yang biasa mendampinginya saat melayani aduan warga. Kemudian, Ahok meminta stafnya untuk memahami setiap pergub yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI, salahsatunya pergub yang mengratiskan BPHTB untuk lahan di bawah Rp2 miliar.

BACA JUGA:
4 Fraksi DPRD DKI Mengadakan Rapat Kerja Begini Reaksi Ahok
Novel Menyebutkan Bahwa Polisi Mendikriminalisasi Kaum Ulama

Kalau mau bantu saya, Pergub itu harus dikuasai. Kalau lahan DKI bukan hak pengelolaan buat rumah ibadah nggak harus bayar apalagi yang hak pengelolaan. Maksud saya kenapa suka terima tamu di Pendopo (Balai Kota) supaya ketemu kasus nanti di bawa ke sana (Rapim) kita bahas," kata Ahok. Jika stafnya masih tidak mengerti pergub yang telah disusunya, Ahok berencana menaruh orang Biro Hukum DKI Jakarta setiap melayani aduan warga.

Dia juga meminta Kamilus untuk tegas memberi kepastian terhadap aduan warga. "Kalau putusannya tidak adil, itulah gunanya ada kita, Pak. Kenapa gue berdiri di sini? Karena di bawahan kita ini banyak putusan tidak adil untuk rakyat," kata Ahok. Terakhir, Ahok menegaskan aduan warga yang biasa ia layani satu persatu bukan bentuk main-main. Dari situ, ia bisa melihat kinerja anak buahnya yang berada di lapangan. Lu kira gue iseng tiap pagi (menerima aduan)? Foto tuh cuma sambilan bos. Gue tuh bukan iseng di sini. Ini supaya ketemu kasus (kemudian) kita menjadi tahu," tambahnya.

LASKARQQ


LASKARQQ - 4 Fraksi DPRD DKI Mengadakan Rapat Kerja Begini Reaksi Ahok

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Gubernur Jakarta terlihat tidak masalah terkait aksi empat fraksi di DPRD DKI Jakarta yang menolak rapat dengan jajaran satuan kerja perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jakarta.

Santai sajalah, ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta. Fraksi PKS, PPP, PKB, dan Gerindra DPRD DKI Jakarta melakukan aksi boikot menyusul sikap Mendagri Tjahajo Kumolo yang kembali mengaktifkan Ahok menjadi gubernur. Mereka protes karena status Ahok terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

Ahok tidak mau menjawab pertanyaan wartawan lebih jauh, dia meminta jurnalis untuk bertanya ke anggota dewan. "Kamu ngomong sama DPRD saja," kata Ahok disusul dengan tertawa. Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyayangkan aksi empat fraksi tersebut. Padahal yang dibahas menyangkut rencana peraturan daerah.

BACA JUGA:
Novel Menyebutkan Bahwa Polisi Mendikriminalisasi Kaum Ulama

Ada sekitar delapan perda yang sudah kami lempar ke DPRD untuk dibahas ya. Tentu kan kami memaksimalkan bagaimana komunikasinya, rakyat butuh," kata Saefullah. Masak nggak mau dibahas? Sayang dong, rugi negeri. Kan mereka dibayar dengan APBD juga sama dengan saya digaji dengan APBD bekerja untuk kepentingan rakyat," Saefullah menambahkan.

Saefullah mengaku baru mendengar sikap empat fraksi tersebut dari wartawan. Saya juga baru dengar dari kamu (wartawan), dia mau boikot segala macem. Yang jelas saat ini belum, belum ada koordinasi. Tapi besok kalau ini sudah tersedia terus nggak dibahas ya berarti memghambat," kata Saefullah.

Sementara, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Triwisaksana mengatakan aksi boikot dilakukan untuk menuntut kejelasan status Ahok. Selama tidak ada statusnya, kami tidak akan mau membahas apa pun, tidak ada rapat kerja, tidak ada kegiatan lain-lain dengan eksekutif," ujar Triwisaksana di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Menurut Triwisaksana seharusnya Ahok diberhentikan untuk sementara. Dia mengacu pada Pasal 83 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda disebutkan seorang kepala daerah yang menjadi terdakwa harus diberhentikan sementara. Empat fraksi rencanannya juga akan mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Joko Widodo untuk meminta ketegasan

LASKARQQ.com

Saturday, February 18, 2017

LASKARQQ - Kembali Diulang Pemungutan Suara Dilakukan Kembali Di 2 TPS

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta melakukan pemungutan suara ulang di tempat pemungutan suara 1, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan TPS 29, Kelurahan, Kalibata, Jakarta Selatan pada hari ini. Menurut dokumen KPU Kota Administrasi Jakarta Pusat yang beredar di kalangan wartawan, pemungutan suara ulang berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kota Jakarta Pusat nomor 011/BA/II/2017. Pemungutan suara ulang dilakukan mulai jam 07.00 WIB sampai jam 13.00 WIB.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti menjelaskan pemungutan suara ulang di dua TPS dilakukan karena ditemukan adanya pelanggaran ketika pilkada pada Rabu (15/2/2017). Ada lebih dari satu orang pemilih yang tak terdaftar yang memakai hak pilih di TPS. Lebih dari satu. Itu berdasarkan penelitian dan pemeriksaan panwas kecamatan kita dia terbukti," kata Mimah.

BACA JUGA:

Pilkada Jakarta diprediksi akan berlangsung dalam dua putaran dan akan dilaksanakan pada 19 April 2017.  Yang masuk putaran kedua adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, sementara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni mengakui kekalahan mereka.
LASKARQQ

Friday, February 17, 2017

LASKARQQ - Tim Ahok - Djarot Laporkan Terkait Pemilih Siluman Ke Bawaslu

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Tim kemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) mengklaim, menerima 2.000 laporan warga yang tak bisa menggunakan hak pilih saat pemilihan kepala daerah (pilkada). Selain persoalan itu, mereka juga mengklaim banyak pengaduan terkait ”pemilih siluman” saat hari pencoblosan. Tim advokasi dan hukum Ahok-Djarot Ronny Talapessy mengatakan, seluruh laporan itu akan diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Sabtu (18/2/2017).

Mayoritas laporan warga itu tak bisa menggunakan hak pilih karena ada persoalan pada DPT (daftar pemilih tetap), tidak mendapat surat undangan, dan tidak bisa menggunakan KTP serta kartu keluarga untuk persyaratan mencoblos, kata Ronny. Ronny mengatakan bahwa warga juga mengadukan banyaknya pemilih yang sebenarnya tidak berdomisili dari lingkungan sekitar TPS.

BACA JUGA:
Polda Akan Kembali Periksa Rizieq Shihab


Dalam laporan warga, banyak modus yang dilakukan ’pemilih siluman. Misalnya, membawa C-6 (surat undangan mencoblos), padahal dia bukan warga sekitar. Ada juga keluhan mengenai kinerja petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), ucapnya.

Ronny mengatakan bahwa, warga yang melaporkkan beragam persoalan pilkada itu mayoritas dari wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Ronny berharap Bawaslu bisa menindaklanjuti laporan ribuan warga tersebut. Kami bersama warga yang mengadu, hari ini, akan mendatangi Bawaslu untuk menyerahkan laporan, tambahnya.
LASKARQQ

LASKARQQ - Golkar Tinggalkan Demokrat Dan Mendekat Kepada PDIP Untuk Dukung Ahok dan Djarot

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Idrus Marham Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya  ‎mengatakan bahwa Partai Golkar saat ini akan melobi elite empat partai agar merapat ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di pilkada Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017. Keempat partai yaitu Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP. Partai ini sebelumnya mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, tetapi kemudian kalah di putaran pertama. Pada saat di ‎Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Idrus  mengatakan bahwa Semua kami sudah mulai komunikasi petinggi-petinggi, itu kan ada empat parpol, semua kami sudah komunikasi, ya tentu dalam dunia politik itu kan tidak bisa selesai satu kali. Perlu dua kali, tiga kali, dan kita punya keyakinan bahwa komunikasi-komunikasi yang kita lakukan ini akan produktif.

Terkait siapa elite Partai Demokrat yang dilobi Partai Golkar, Idrus hanya mengatakan yang jelas tidak melalui Susilo Bambang Yudhoyono. "Sama petinggi Demokrat, tapi bukan dengan Pak SBY. Apa hasilnya, Idrus mengatakan untuk sekarang belum ada jawaban yang pasti. Terutama Partai Demokrat, kata Idrus, setelah kekalahan, elite partai ini masih butuh waktu untuk kontemplasi. Ya kami ngobrol-ngobrol. Bicara bicara setelah ini, lalu kemarin mengatakan, 'nanti saja dulu. Karena baru sehari kalah, perlu merenung, perlu kontemplasi'," kata Idrus. Di putaran pertama, Ahok-Djarot diusung Golkar, PDI Perjuangan, Nasdem, dan Hanura. Saat ini, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan tim juga memperluas pendukung. Setelah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pihak, Anies memberi sinyal partai pendukungnya akan bertambah. Dia mengisyaratkan tiga partai segera merapat. Sebenarnya kalau dari sisi komunikasi sudah, tapi yang lainnya tinggal nunggu momentum saja. Nggak usah buru-buru, toh masih panjang prosesnya, kata Anies di Masjid Al Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:
Normalisasi Adalah Satu-Satunya Jalan Agar Terbebas Dari Banjir Ucap Ahok

Setelah pasangan Agus -Sylviana gagal di putaran pertama pada Rabu (15/2/2017), Anies, Sandiaga, dan tim bergerak. Mereka melobi empat partai pengusung Agus untuk bergabung menyongsong pilkada putaran kedua. Tapi, keempat partai itu menahan diri untuk cepat-cepat mengumumkan sikap, apakah mau ikut Anies atau Ahok. Partai Demokrat yang santer diisukan segera merapat ke Anies-Sandiaga sampai sekarang masih menunggu perkembangan. Begitu juga dengan PAN, PPP, dan PKB. Selain mendekati keempat partai, Anies juga mendekati jaringan pendukung di tingkat bawah. Hal yang sama dilakukan Ahok dan Djarot. Mereka dan tim saat ini sedang bergerilya
LASKARQQ

Thursday, February 16, 2017

LASKARQQ - Ahok Kalah Putaran Pertama ACTA Langsung Pesta Makan-makan

LASKARQQ
LaASKARQQ - Jakarta, Pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air melakukan syukuran di posko ACTA atas gagalnya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ahok-Djarot dalam putaran satu. Setelah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni gagal di putaran pertama, Rabu (15/2/2017), Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno melaju ke putaran kedua.

Ketua ACTA Krist Ibnu mengaku sangat bersyukur atas kegagalan Ahok untuk mengalahkan dua pasangan rival di pilkada kemarin. Kami memang telah berposisi secara politik tidak mendukung Ahok melanjutkan masa jabatannya sebagai gubernur. Hasil itu patut disyukuri karena yang diperjuangkan ACTA sudah mulai menunjukkan hasil," kata Krist. Krist menegaskan ACTA berjanji untuk terus mengkritisi Ahok.

ACTA, katanya, juga akan terus mengikuti proses penghitungan suara secara manual yang dilakukan KPUD Jakarta hingga pengumuman pada akhir Februari. Saat ini kami terus memantau pelaksanaan real count yang dilaksanakan oleh KPU DKI Jakarta. Jika terjadi kecurangan kami akan mencari bukti-bukti terkait agar bisa diselesaikan secara hukum. Kami ingin perubahan Jakarta benar-benar terwujud di pilkada ini," kata dia.

BACA JUGA:
Banyaknya Pelanggaran Pilkada Ahok dan Djarot Buka Posko Untuk Pengaduan Masyarakat

Lebih jauh, Krist mengatakan jika dalam putaran kedua nanti ternyata Ahok yang menang, ACTA akan memberikan apresiasi, tetapi tetap mengawal proses hukum terhadap Ahok. Seperti diketahui, saat ini, Ahok sedang menjalani persidangan kasus dugaan penodaan agama. Kalau memang nanti Ahok suaranya lebih banyak kita akan berjiwa ksatria, kami akan berikan selamat. Tapi kalau proses hukum, kan harus berjalan, jangan mentang-mentang nanti jadi gubernur proses berhenti," ujarnya.

Kelompok ACTA merupakan satu yang melaporkan Ahok ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atas dugaan pelecehan terhadap agama pada akhir 2016

LASKARQQ

Wednesday, February 15, 2017

LASKARQQ - Banyaknya Pelanggaran Pilkada Ahok dan Djarot Buka Posko Untuk Pengaduan Masyarakat

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) Pusat PDIP menemukan banyak pelanggaran dalam Pilkada DKI 2017, yang menimpa pasangan cagub dan cawagub Ahok - Djarot. Karena itu, BBHA Pusat PDIP akan membuka posko pengaduan untuk menampung laporan masyarakat terkait pelanggaran.

Trimedya Panjaitan merupakan Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan DPP PDI Perjuangan mengatakan bahwa Kami membuka posko pengaduan kasus-kasus pelanggaran Pilkada DKI. Posko itu akan dibuka mulai Kamis hari ini di Jalan Majapahit Nomor 26, Blok AG, Jakarta Pusat. Dia menyatakan, pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 diwarnai banyak pelanggaran oleh Penyelenggara pemilu khususnya KPPS, yang terjadi di basis pendukung pasangan Basuki - Djarot.

Pelanggaran di TPS itu mencakup pemilih yang tidak terdaftar di DPT tetapi memiliki e-KTP dan menunjukkan KK kepada KPPS namun tidak diperbolehkan mencoblos, selain itu pemilih yang membawa Surat Keterangan dari Dinas Catatan Sipil dan menunjukkan KK kepada KPPS juga tidak diperbolehkan mencoblos.

BACA JUGA: 
Ahok Senang Karena Unggul Di Daerah Markas Besar FPI

Kami juga menemukan banyak surat suara di TPS habis, padahal masih banyak pemilih yang belum memilih, sehingga banyak pendukung Basuki - Djarot tidak bisa menggunakan hak pilihnya," kata Trimedya. Selain itu, kasus pelanggaran yang tergolong ekstrem juga menimpa Timses Ahok - Djarot yang mendapat pengusiran bahkan tindak kekerasan berupa pemukulan dan pengeroyokan kepada Ketua DPC Jakarta Pusat Pandapotan Sinaga dan adiknya, Marudut Sinaga. Kasus ini sudah dilaporkan di Polda Metro Jaya," tambah dia.

Berdasarkan temuan itu, Trimedya dan tim mendesak agar KPU Provinsi DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta untuk mengambil langkah tegas atas temuan pelanggaran, karena itu semua termasuk tindak menghilangkan hak warga negara dalam Pilkada DKI Jakarta.

LASKARQQ - Ahok Senang Karena Unggul Di Daerah Markas Besar FPI

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau sering disebut Ahok merupakan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, semringah seusai masa pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada), Rabu (15/2/2017). Pasalnya, Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat, diprediksi bakal terus melaju ke putaran kedua pilkada. Namun, keceriaan Ahok ternyata tidak disebabkan oleh persentase perolehan suaranya terbesar pada putaran pertama seperti hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan bahwa Pak Ahok wajahnya sangat cerah karena menang di wilayah Petamburan. Pak Ahok cerah karena di Petamburan menang," tambah Hasto pada saat dikediaman Megawati, Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Pasangan calon Ahok-Djarot tampil mengejutkan di tempat pemungutan suara (TPS) wilayah Petamburan, yang menjadi markas besar Front Pembela Islam (FPI). Organisasi massa itu sendiri selama ini dikenal dengan platform anti-Ahok. Ahok-Djarot menjadi jawara di TPS 17, RT02/RW04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan 279 suara.

BACA JUGA:
Saksi Ahli Mui Membuat Hakim Binggung Dipersidangan Hari Ini
Antasari Meminta SBY Agar Jujur Kepada
Pemerintah Indonesia Memberikan Bantuan Kemanusiaan Ke Sri Langka

Sementara pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mendapatkan 212 suara. Sedangkan pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, harus menerima kenyataan berada di posisi buncit dengan perolehan 38 suara. Sementara untuk suara tidak sah ada lima suara.

Sebelum disahkan, prosesi penghitungan suara di TPS tempat pentolan FPI, Rizieq Shihab, menggunakan hak pilihnya tersebut sempat terpaksa diulang. Sebab, terdapat perbedaan jumlah penghitungan antara petugas TPS dan saksi.

Petugas pemantau menyatakan pasangan Ahok-Djarot seharusnya meraup 280 suara, kemudian Anies-Sandiaga sebanyak 211. Ketua Panitia Pemilihan Suara di TPS 17, Ali, menyebutkan bahwa adanya perbedaan itu karena adanya kesalahan dalam pencoretan di pleno. "Mungkin karena ramai saat penyebutan berakibat kesalahan pencoretan di pleno. Tapi, ini sudah final kok,” kata Ali
LASKARQQ

Monday, February 13, 2017

LASKARQQ - Pengacara Ahok Tolak Saksi Ahli Mui

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Ali Mukartono Ketua tim jaksa penuntut umum mengatakan bahwa seharusnya tim pengacara terdakwa perkara dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak perlu khawatir dengan kesaksian saksi ahli agama dari Majelis Ulama Indonesia Muhammad Amin Suma dalam persidangan kesepuluh di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

Sudah saya jelaskan MUI itu terdiri dari beberapa bagian. Sekitar 20 lebih ormas Islam. Jadi karena dakwaannya penodaan agama, sangat relevan ini minta pendapat MUI," kata Ali usai persidangan. Menurut Ali tim kuasa hukum Ahok seharusnya tetap fokus pada proses persidangan. Keterangan yang disampaikan Amin, katanya, sesuai keahlian.

BACA JUGA:
Saksi Ahli Mui Membuat Hakim Binggung Dipersidangan Hari Ini

Saya katakan bahwa perkara yang disidangkan ini tidak boleh dipertentangkan. Ini adalah dugaan penodaan agama, artinya dugaan terhadap pelanggaran hukum nasional, bukan terdakwa dengan MUI. Ini keahlian pribadi dia (Amin)," kata Ali.

Ali mengatakan bahwa pemilihan Amin sebagai saksi ahli didasarkan pada permohonan penyidik yang secara resmi melayangkan surat ke MUI. Tim kuasa hukum Ahok menolak kesaksian Amin karena dia berasal dari lembaga yang mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaan yang menyatakan Ahok menghina Al Quran dan ulama setelah mengutip Al Maidah ayat 51.

Hari ini, sejatinya jaksa menghadirkan empat saksi ahli. Tapi hanya dua yang hadir yaitu ahli Bahasa Indonesia Mahyuni dan Amin. Sedangkan Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan tidak hadir. Belum ada ya konfirmasi (saksi ahli). Untuk sementara kami ketahui masih di luar kota," kata Ali. Dua Ahli yang hari ini tidak hadir akan dipanggil lagi pada sidang berikutnya.
LASKARQQ

LASKARQQ - Saksi Ahli Mui Membuat Hakim Binggung Dipersidangan Hari Ini

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Sempat dibuat binggung Majelis Hakim sidang kasus dugaan penodaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, dan berdebat oleh saksi ahli agama Islam yang dihadirkan jaksa penuntut umum, Muhammad Amin Suma. Peristiwa itu bermula ketika anggota majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto, melontarkan pertanyaan kepada Amin, dalam sidang kesepuluh kasus ini, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin siang.

Pertanyaan yang diutarakan anggota majelis hakim tersebut, menyasar persoalan kebenaran dan keabsahan orang non-Islam mengutip ayat Al Quran secara benar. Saya ingin bertanya, misalnya, ada seseorang yang berpesan untuk tidak mengonsumsi minuman keras (miras) dengan mengutip ayat Al Quran. Nah, apakah orang tersebut disebut menyampaikan kebenaran? tanya hakim. Itu yang saya bilang belum pasti. Kalau terjemahannya salah, ya salah dia," jawab Amin yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini. Amin lantas menerangkan, orang tersebut belum bisa dianggap telah menyampaikan kebenaran. Sebab, orang itu belum tentu mengerti alasan miras menjadi haram.

Orang yang memahami itu harus mengerti tafsir Al Quran,” kata Amin. Penjelasan Amin bahwa orang yang mengutip Al Quran untuk melarang konsumsi miras belum tentu menyampaikan kebenaran, membuat hakim kebingungan. Tapi apakah dilarang? Kalau misalnya, di lingkungan sendiri, kita bicara seperti begitu, apa dilarang? Kan yang disampaikan berdasarkan yang dia baca dari Al Quran, masak tidak boleh?" cecar hakim. Boleh, Pak Hakim, walaupun terjemahan tidak bisa (disampaikan), Pak, jawab Amin lagi. Selanjutnya, hakim mengajukan tentang boleh atau tidaknya orang non-Islam menjelaskan arti suatu surat Al Quran secara benar kepada khalayak. Apakah boleh seorang warga yang nonmuslim menyampaikan terjemahan Al Quran tanpa salah sedikit pun, untuk memilih warga muslim? " tanya hakim.

BACA JUGA:
Makin Sepi Masa Demo Yang Datang Ke Sidang Ahok
Peserta Aksi 112 Membantah Jika Melakukan Tindakan Anarkis

Amin tak secara pasti menjawab pertanyaan tersebut. Ia justru balik bertanya kepada hakim melalui kalimat perumpamaan. Saya jawab perumpamaan ya. Pelawak tidak boleh tersinggung saat fisiknya diejek oleh temannya, karena sesuai pada tempatnya. Tapi kalau saya mengejek seperti itu di luar dunia lawak, terusik tidak dia?" kata Amin. Untuk diketahui, dalam sidang kesepuluh kali ini, JPU menjadwalkan menghadirkan empat orang saksi ahli. Keempatnya ialah, saksi ahli agama Islam Muhammad Amin Suma; ahli Bahasa Indonesia Mahyuni; serta dua orang ahli hukum pidana Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan.

Namun, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi menyebutkan hanya dua saksi ahli yang telah menyatakan pasti hadir. "(Ahli) yang konfirmasi pasti hadir cuma dua, Muhammad Amin Suma selaku ahli agama Islam dan Profesor Mahyuni, ahli Bahasa Indonesia," ujar Hasoloan. Hingga berita ini diunggah, sidang kasus penodaan agama oleh terdakwa Ahok tersebut masih berlangsung.

LASKARQQ

Sunday, February 12, 2017

LASKARQQ - Makin Sepi Masa Demo Yang Datang Ke Sidang Ahok

LASKARQQ

LASKARQQ - Jakarta, Aksi massa kontra Basuki Tjahaja Purnama alias atau sering dikenal dengan Ahok, kembali unjuk gigi saat sang lawan menjalani sidang kesepuluh kasus penodaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan

Massa aksi tersebut merupakan gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Massa terpantau memadati jalan sekitar auditorium. Seperti biasa, mereka beraksi dengan perlengkapan seperti spanduk dan mobil komando untuk berorasi.

BACA JUGA:
Peserta Aksi 112 Membantah Jika Melakukan Tindakan Anarkis

Namun, massa aksi tidak sebanyak demonstrasi pada sidang-sidang terdahulu. Meski begitu, aparat kepolisian tetap ketat menjaga aksi tersebut. Selain membentuk pagar betis, polisi juga membatasi gerak pendemo memakai kawat berduri. Sementara kendaraan taksi baraccuda terparkir siaga.

Sidang kesepuluh kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Jaksa Penuntut umum, rencana menghadirkan empat orang saksi ahli yang direncanakan hadir. Keempatnya ialah ahli agama Islam Muhammad Amin Suma, ahli Bahasa Indonesia Mahyuni, serta dua orang ahli hukum pidana Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan.

LASKARQQ

LASKARQQ - Habiskan Dana Kampanye Sebanyak 53,6M Ini Dia Tanggapan Tim Pemenangan

LASKARQQ
LASKARQQ - Jakarta, Tim pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menggelar konferensi pers terkait laporan keungan penerimaan dan pengeluaran dana patungan Kampanye Rakyat. Dari dana yang didapat secara keseluruhan, pasangan Ahok-Djarot mengumpulkan Rp60,1 miliar.

Charles Honoris bendahara Ahok-Djarot mengatakan bahwa ini dana kampanye yang kita dapatkan, dana patungan dari masyarakat, maupun pengeluarannya. Dan akan kami laporkan ke KPUD hari ini.
Charles menambahkan bahwa dana tersebut didapat dari sekitar 12 ribu masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta yang berpartisipasi untuk calon petahana. 

Adapun rincian sumbangan kampanye paslon nomor dua sebagai berikut, sumbangan Ahok-Djarot Rp1 juta, sumbangan pihak lain atau perseorangan Rp42 miliar, sumbangan badan hukum swasta Rp15 miliar, sumbangan belum tertib KPU Rp1,7 miliar dan penerimaan bunga bank Rp22 juta.

Seperti yang sudah kita sampaikan beberapa waktu lalu, kita sudah terima Rp60,1 miliar. Dan dari itu didapatkan dari empat sumbangan: perseorang Rp42 miliar, sumbangan pihak lain berbentuk badan swasta Rp15 miliar," tambah Charles.

"Karena prinsip dan pesan dari Pak Ahok-Djarot untuk kerja bersih, transparan dan profesional," Charles menambahkan. Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, dari keseluruhan dana kampanye yang sudah dikeluarkan oleh tim pemenangan sekitar Rp53,6 miliar. "Pengaluaran itu sampai hari ini sudah ada sekitar Rp53,6 miliar. Jadi ada sekitar Rp7 miliar yang belum digunakan," katanya.

Charles menerangkan, uang sisa Rp7 miliar di antaranya ada yang dari sumbangan warga namun tidak ada formulir. Jika dijumlahkan totalnya mencapai Rp1,7 miliar. Tim sukses rencanannya juga akan mengembalikan ke kas negara.Rp1,7 miliar nggak lengkap formulirmya, kita akan serahkan ke kas negara, kata dia.

Sementara, staf bendahara Timses Basuki-Djarot, Michael Sianipar, menjelaskan, masyarakat yang menyumbang melalui setoran tunai ke Bank BCA, transaksi melalui mesin EDC (Gala Dinner dan Posko Rumah Lembang), dan interment-banking melalui website resml ahokdjarot.id. Sedangkan dari perseorangan ada 9910 perseorangan yang kami nyatakan sah. NPWP perseorangan yang sah. 2000-an orang form yang belum kembali. Nanti akan kami konsultasikan ke KPU," kata dia.

LASKARQQ